• Renungan Harian - Senin, 6 Maret 2017

    Senin, 6 Maret 2017

    Imamat 19:1-2,11-18

    Mazmur 19:8-10,15

    Matius 25:31-46

    BERAMAL – BERBUAT BAIK

     “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah satu orang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” --- Matius 25:40

    SIAPA YANG tak ingat akan Ibu Teresa dari Kalkuta? Ia sekarang telah bergelar Santa -- orang kudus, karena hidupnya yang luar biasa dalam melakukan tindakan kasih untuk yang paling hina.

    Ada kisah, seorang pemudi bertanya kepada Ibu Teresa, apakah dia boleh masuk Kongregasinya  Misionaris   Cinta Kasih? Apa jawab Ibu Teresa? “Tetaplah tinggal di tempatmu!” “Cari dan temukan “Kalkuta di tempatmu! Temuilah yang sakit, yang menderita yang kesepian -- ya di sana, di tempat kamu berada -- dalam rumah dan keluargamu, di tempat kerjamu dan di tempat sekolahmu. Ke mana saja, kamu pergi, kamu menemukan orang-orang tak dikehendaki dan tuna-kasih.”

    Para Suster dari Kongegasi Misionaris Cinta Kasih, sebagai namanya, memiliki misi guna peduli dan mengasihi mereka yang tak ada orang yang peduli dan mengasihi mereka, Demikianlah dalam Injil dikatakan Yesus bersabda, bila kita peduli kepada orang yang “paling hina” yang ada di tengah kita, kita akan ‘diberkati’ oleh Allah (Mat 25:40,34).

    Apa yang sebenarnya Yesus kehendaki dari kita? Kiranya ada dua macam jawaban yang kita temukan : Pertama, kita menangkap dan memahaminya secara apa adanya. Yesus menghendaki secara harafiah agar kita peduli akan sesama kita, dengan mendampingi yang sakit, memberi pakaian yang telanjang, memberi makan yang lapar dan mengunjungi yang ada dalam penjara. Kita diminta tanggung jawab oleh Tuhan bagaimana kita bersikap dan memperlakukan mereka. Yang kedua, sebagaimana tadi kita dengan apa yang diminta oleh  Santa Teresa dari Kalkuta, agar kita tetap tinggal di tempat kita masing-masing, karena di situlah ‘Kalkuta’ kita. Juga kita bisa menanggapi agar kita peduli pada orang-orang yang secara rohani berada ‘dalam penjara’. Ada orang mengatakan bahwa banyak orang yang di luarnya nampak baik-baik saja, tetapi dari dalam mereka itu terjebak terperangkap tak dapat keluar dari kungkungan kebiasaan tak terpuji. Mereka yang berada dalam penjara rohani ini, sangat menghargai kunjungan kita. Ada lagi yang lapar dan hasus rohani? Mereka sangat membutuhkan Yesus. Mereka haus dan lapar akan kabar gembira dari Yesus, yakni kasih, kepedulian, sikap bersaudara kita dan pengampunan ilahi.

    Ibu Teresa dari Kalkuta menangkap dan melaksanakan kedua-duanya dari apa yang dikehendaki Yesus, sebagai mana kita tahu. Hatinya terbuka bagi siapa saja, baik itu orang penting dan kaya, maupun orang biasa dan yang tersingkir. Mari kita tangkap kesempatan emas untuk berpeduli pada orang-orang di sekeliling kita, baik dalam hal kebutuhan jasmani mereka maupun rohani mereka.

    Doa: Ya Yesus, tunjukkan kepadaku -- satu sajalah hari ini -- orang yang dapat aku bantu.

    Janji: “Sesunggunya, segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku” --- Matius 24:45

    Pujian: Selain mendirikan Kongregasi Misionaris Cinta Kasih, Ibu Teresa juga mempunyai ‘Kerabat Ibu Kerja Ibu Teresa di antara yang menderita.’ Komunitas ini terbuka bagi penganut keyakinan lain tetapi dengan satu semangat berpeduli pada sesama yang menderita serta saling mendoakan dan membantu satu sama lain.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/