• Renungan Harian - Rabu, 8 Maret 2017

    Rabu, 8 Maret 2017

    Yunus 3:1-10

    Mazmur 51:3-4,18-19

    Lukas 11:29-32

    ADA KESEMPATAN KEDUA

    “Datanglah Firman Tuhan kepada Yunus untuk kedua kalinya.” --- Yunus 3:1

    DALAM BACAAN pertama, Tuhan memberikan kesempatan kedua kepada Yunus. Pada kesempatan pertama, Yunus menolak perintah Tuhan pergi ke Niniwe dan bernubuat. Perubahan terjadi karena Yunus mengalami sesuatu yang luar biasa di dalam perut ikan yang menyebabkan ia sadar dan bertobat. Ia menerima dan menjalankan perintah Tuhan. Dan Tuhan tidaklah sakit hati akan ketidak-patuhan Yunus. Boleh dikata seolah-olah hal itu tidak pernah terjadi.

    Itulah Tuhan Allah kita -- Allah dari ‘kesempatan yang kedua’ atau malahan ‘yang ketiga’. Tiada batas untuk belas kasih dan cinta-Nya. Ini menunjukkan bahwa pengertian tentang kerahiman Allah bukanlah sesuatu yang ‘abstrak’ -- suatu ajaran belaka. Kerahiman Allah itu dapat kita alami dan rasakan, dan mampu menggerakkan diri kita, yang kita sendiri tidak bisa bergerak dan berubah.

    Apakah Tuhan memberikan kepada kita ‘kesempatan yang kedua’? Mungkin saja kita merasa enggan mengampuni saudara dalam keluarga atau teman sekerja? Mungkin saja kita merasa berat hati untuk berbagi iman dengan sesama teman sekantor, tetapi ternyata ada jalan keluar yang memampukan kita untuk  berbagi iman. Bila kita menghadapi hambatan dari diri kita sendiri, rasa enggan dsb, baiknya kita mundur sejenak, menatapkan mata kita kepada wajah Yesus, berfokus pada salib-Nya. Di situ kasih menempatkan Yesus. Kita bisa merasa ‘rasa iba hati dan kepedulian Yesus yang mengalir dari hati-Nya yang terluka. Sewaktu tergantung di salib, Yesus berkata, “Bapa, ampunilah mereka ...”. Semoga sabda Yesus itu menyentak hati kita dan menyucikan kesalahan dan keengganan kita serta rasa takut kita. Biarkan salib menyadarkan kita bahwa Allah berpihak pada kita. Percaya bahwa Allah akan membantu kita apapun yang hendak kita lakukan dalam melakukan kehendak-Nya.

    Paus Fransiskus pernah berkata “Belas kasih selalu jauh lebih besar dari pada dosa apapun. Tak ada orang yang bisa menaruh batas akan belas kasih Allah.” Biarkanlah Allah memberikan kepada kita ‘kesempatan yang kedua’. Jangan bingung dan galau. Tuhan menyertai kita dan tak akan pernah meninggalkan kita.”

    Doa: Bapa, terima kasih, karena Bapa selalu siap untuk mengampuni diriku. Berilah daku keberanian dan iman untuk meneruskan belas kasih-Mu kepada seseorang di hari ini.

    Janji: “Orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus dan sungguh,  yang ada di sini lebih daripada Yunus” --- Lukas 11:32

    Pujian: Setelah sebulan lebih merasa ragu-ragu, akhirnya Darto berani membuat keputusan untuk ikut berlatih menjadi Lektor di Gereja. Setelah lulus ia  berani membawakan diri sebagai Lektor.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/