• Renungan Harian - Selasa, 14 Maret 2017

    Selasa, 14 Maret 2017

    Yesaya 1:10,16-20

    Mazmur 50:8-9,16-17,21,23

    Matius 23:1-12

    PEMIMPIN ITU MELAYANI

     “Tuanmu hanya satu -- yakni Kristus.” --- Matius 23:10

    JUARA DALAM pertandingan -- entah itu bulutangkis maupun tennis -- waktu dinyatakan menang, orang-orang bertepuk tangan sambil berdiri memberi penghormatan. Demikian juga terhadap bintang lapangan sepakbola, bintang tarik suara, sewaktu mejeng di lapangan atau podium kita bertepuk tangan, tanda penghormatan. Demikian juga tokoh politik, selebriti dan tokoh agama yang besar jasanya memperoleh penghargaan dan penghormatan yang sama. Kita perhatikan mereka, kata-kata mereka juga sampai cara berpakaian mereka.

    Itu terjadi juga di zaman Yesus. Tetapi di zaman-Nya Yesus mengeluh akan perilaku tokoh-tokoh agama Yahudi, yang menikmati pujian dan penghormatan karena kedudukannya, malahan mereka cari. “Mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan, dan di tempat terdepan di rumah ibadat” (Mat 23:6). Kepemimpinan dalam hal agama mendapat pujian dan penghormatan. Kepemimpinan bagi mereka adalah ‘status’. Dan Yesus, sebagai guru muda yang serba baru dalam cara dan ajarannya, menjungkir-balikkan tatanan itu. Ia memberi cara memandang kepemimpinan secara lain dan baru. “Barangsiapa yang terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Mat 23:11). Yesus tidak hanya bicara tetapi menghayatinya pandangan baru itu sebagai pemimpin.

    Yesus, yang menjadi Guru dan Tuan kita itu, selalu membuka tangan bagi anak-anak kecil. Ia dekati para penderita lepra meski itu berbahaya, tetapi justru Ia jamah dan sembuhkan. Kepada pelacurpun Ia memberi kepedulian. Dan pada waktu Perjamuan Malam, Yesus malah berlutut mencuci kaki para murid-Nya. Ia benar-benar Gembala yang sejati berpeduli, merawat dan mengurusi para domba-Nya.

    Dan kita-kita ini adalah murid-Nya. Kita menerima Yesus sebagai Guru dan Tuan kita. Betapa gembira dan kagumnya kita, kita mengetahui, bahwa Yesus Guru dan Junjungan kita itu datang untuk melayani bukannya untuk kita layani. Kalau kita membayangkan Yesus, Guru dan Junjungan kita, mencuci kaki kita, tentu kita merasa tidak nyaman. Tetapi janganlah dilupakan apa yang disabdakan kepada Petrus saat itu “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan mendapat bagian dalam Aku” (Yoh 13:8). Demikianlah Yesus begitu ingin-Nya membantu kita untuk menyadikan kita sadar.

    Yesus ingin sekali meringankan beban-beban kita dan membuang dosa-dosa kita. Ia ingin sekali bahwa kita bisa dan mau berjumpa dengan-Nya secara pribadi, apapun status kita atau apapun keadaan kita. Biarkan Yesus menjamah hati kita, agar kita dibebaskan untuk berani menjadi pengikut-pengikut-Nya dengan penuh syukur dan sukacita.

    Doa: Ya Yesus, aku menerima-Mu sebagai  Tuan dan Junjunganku. Ajarilah diriku memiliki hati yang melayani.

    Janji: “Barangsiapa meninggikan dirinya, ia akan direndahkan dan barangsiapa yang merendahkan dirinya, akan ditinggikan” --- Matius 23:12

    Pujian: Dalam Seminar “Pertumbuhan” dalam jenjang pembinaan Komunitas / Persekutuan Doa  Kharismatik Katolik (PD KK), salah satu cirinya yang harus ada ialah “Pelayanan”. Ditekankan  perlunya semangat pelayanan dan menentukan pelayanan khusus apa.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/