• Renungan Harian - Rabu, 15 Maret 2017

    Rabu, 15 Maret 2017

    Yeremia 18:18-20

    Masmur 31:5-6,14-16

    Matius 20:17-28

    YESUS TETAP SANGGUP MENGUBAH KITA 

     “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta …” --- Matius 23:22

    PETRUS, YOHANES, Yakobus dan murid-murid lainnya, dipilih dan diangkat menjadi Rasul oleh Yesus sendiri. Tetapi meski demikian, mereka tetap manusia biasa. Mereka masih melakukan kesalahan-kesalahan.

    • Petrus ingin sekali menjauhkan Yesus dari Salib;
    • Thomas meragukan berita gembira tentang kebangkitan Yesus;
    • Bacaan hari ini mengkisahkan Yohanes dan Yakobus rebutan kedudukan, pengaruh dan kehormatan, siapa yang pertama.

    Tetapi, apa yang terjadi, kalau kita perhatikan dari dekat? Tradisi mengkisahkan bahwa Yohanes dibuang ke pulau terpencil ‘Patmos’. Di sana Yohanes memperoleh pengalaman rohani luar biasa yakni betapa dekatnya ia dengan Yesus, Tuhannya; dan di sana pula Yohanes memperoleh pewahyuan yang  luar biasa pula tentang akhir zaman, sebagaimana kita peroleh dalam Kitab Wahyu. Dan Yakobus mendapatkan kehormatan menjadi pahlawan martir, rasul pertama mati sahid demi iman akan Yesus dan dia waktu itu sebagai uskup di Yerusalem. Di sini kita akan lebih simpati dengan para murid dan rasul yang nampaknya ‘pas-pasan saja’, daripada para kudus yang suci dan tenar.

    Dan kita? Kita perlu sadari, bahwa terjadi perubahan dalam hidup para murid dan para rasul itu tiada lain karena Yesus tetap bekerja dalam diri mereka. Ia terus membentuk para pengikut-Nya menjadi ‘orang lain’. Bila ada kesebelasan yang bisa menang, pemain-pemain bisa menjadi juara, bukan pertama-tama karena olahragawan itu, tetapi pelatihnya. Dan Yesus-lah Pelatih Utama bagi para murid dan rasul-Nya. Siapa Yohanes, siapa Yakobus? Mereka itu orang sombong dan rebutan kedudukan. Yesus sanggup merubah mereka. Yesus melihat dalam pribadi mereka adanya kerinduan akan Kerajaan-Nya. Yesus membantu mereka agar energi besar yang ada dalam diri para murid itu tersalurkan ke arah yang benar. Kalau Yesus mampu bekerja dalam diri para murid-Nya, demikian pula sekarang Yesus tetap mampu berkarya dalam diri kita-kita.

    Yesus tahu bahwa diri kita ini rentan akan pencobaan dan Ia tahu bagaimana meneguhkan kita. Ia tahu akan rasa ketakutan kita, tetapi Ia juga tahu bagaimana menggugah dan memberanikan diri kita. Yesus mempunyai rencana agung bagi kita, entah untuk menjadi bapak dan ibu keluarga atau menjadi pewarta dan penginjil untuk tetangga dan teman  serta sahabat. Dunia mungkin tak menghiraukan hal ini. Tetapi karya keselamatan dan penebusan Yesus yang telah dimulai dua ribuan tahun yang lalu tetap bekerja sampai saat ini lewat kita para murid-Nya.

    Doa: Tuhan, Engkau jauh lebih mengenal diriku daripada diriku sendiri, bantulah aku untuk semakin mempercayakan diriku pada rencana agung-Mu demi keselamatan semua bangsa.

    Janji: “Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati” --- Matius 20:18

    Pujian: Dalam Psikologi ada yang dikenal ‘berpikir secara konservatif’. Artinya, berpikir yang paling jelek akan menimpa kita, hingga kita memiliki daya tahan untuk menanggungnya. Renungan Sengsara Kristus yang dinubuatkan itu mampu memberi daya tahan banting kepada kita yang yang merenungkan dan meresap- kannya.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/