• Renungan Harian - Jumat, 17 Maret 2017

    Jumat, 17 Maret 2017

    Kejadian 37:3-4,12-13a, 17b-28

    Mazmur 105:16-21

    Matius 21:33-43,45-46

    PERUMPAMAAN UNTUK MENGAJAR DAN MENEGUR

     “Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain.” --- Matius 21:33

    AWAL PEWARTAAN Yesus, sebagaimana tertulis dalam Injil Matius, sesuai dengan nada Masa Pra Paska, “Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat” (Mat 4:17). Ini didengar oleh para murid-Nya yang baru saja dipanggil-Nya. Dalam pewartaan Yesus, dijelaskan-Nya apa itu “Kerajaan Surga”. Yesus boleh dikata selalu menggunakan perumpamaan-perumpamaan dalam menjelaskan apa itu Kerajaan Surga. Dalam Matius bab 13, terdapat kumpulan perumpamaan itu, tercatat ada lima kisah.

    Dalam Kamus Alkitab, dikatakan Perumpamaan itu adalah “cerita-cerita yang bermaksud menjelaskan hal-hal yang tersembunyi, khususnya cerita-cerita yang mengandung yang nyata dalam kehidupan manusia yang dipakai Tuhan untuk menerangkan “Kerajaan Allah dan rahasianya”.

    Para pendengarnya diharapkan, setelah mendengar dan memahami, lalu bersikap, bagaimana seharusnya mereka hidup bersama dan menghayati agama secara benar. Tujuan akhir tentu saja, agar mereka bertobat, kalau yang diajarkan Yesus lewat perumpamaan itu menuntut perubahan cara pikir dan pola hidup. Dan selanjutnya ini menuntun para pendengar untuk percaya kepada Yesus, Sang Utusan Allah. Dan dengan menerima Yesus sebagai Juru Selamat, mereka diselamatkan.

    Injil hari ini, dari Matius 21:33-43,45-46, juga berujud suatu perumpamaan. Tetapi perumpamaan lain dari yang lain. Yesus menjelaskan rahasia Kerajaan Surga yang mengarah akan fakta bahwa segala ajaran-Nya itu tidak didengarkan malahan ditolak. Dan penolakan konkrit yakni menangkap Yesus dan menyalib-Nya. Tujuan dalam perumpamaan jenis ini ialah mengkritik yang mendengarkannya, agar bertobat. Dalam perupamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur -- yang juga dikisahkan oleh Markus dan Lukas -- berakhir  menegangkan. “Ketika  imam-iman kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut akan orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi” (Mat 21:45-46).

    Teguran, kritik kepada mereka agar bertobat, tak bisa masuk ke dalam hati mereka. Keselamatan yang Yesus tawarkan, mereka tolak. Mereka merasa puas penghayatan agama atas usaha sendiri dan patuh kepada huruf-huruf  Kitab Suci, mereka selamat.

    Dalam Masa Pra Paska ini, tentu banyak teguran, kritik dan sentilan baik dari sesama maupun dari Tuhan, apakah kita dengarkan dan kita terima agar kita merubah cara pikir dalam pola hidup kita?

    Doa: Bapa, aku tahu bahwa Dikau mengasihi aku, bahwa Dikau mencintai dunia ini. Bantulah kami memandang dunia dengan mata  Bapa.

    Janji: “Ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu mereka berkata ... ‘Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita” --- Matius 21:38

    Pujian: Daljono mengumpulkan ketiga anaknya yang mulai masuk masa remaja. Pak Daljono membawa cermin besar dan bertanya para anak-anak, mengapa mereka kadang-kadang berdiri di muka cermin. Mereka menjawab untuk melihat penampilan kita sebelum dilihat umum, bagaimana wajah dan pakaiannya. Ayahnya mengangguk dan meneruskannya “Demikian pula kita perlu bercermin tentang diri kita, memeriksa isi hati, pikiran dan perilaku. Kalau ada yang tak benar perlu diluruskan. Untuk itulah Masa Puasa ini.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/