• Renungan Harian - Sabtu, 18 Maret 2017

    Sabtu, 18 Maret 2017

    Mikha 7:14-15,18-20

    Mazmur 103:1-4,9-12

    Lukas 15:1-3,11-32

    BAPA YANG MAHARAHIM

     “Bapa aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa!” --- Lukas 15:18

    MASA PRA PASKA masa persiapan menyambut hari agung kemenangan Kristus atas dosa, yakni dengan Kebangkitan-Nya dari maut, Paska. Persiapan kita yang paling tepat ialah dengan pertobatan : dalam hati, kata dan perbuatan. Tetapi dari Allah Bapa, ini adalah juga masa merayakan belas kasih Allah -- Bapa yang selalu mengedangkan tangan menyambut kita kembali  dan mengampuni kita.

    Bacaan Injil hari ini mewartakan belas kasih Allah Bapa yang tanpa batas. Injil Lukas yang mengkisahkan perumpamaan si “anak hilang” menegaskan hal tersebut. Kalau kita menempatkan diri kita sebagai anak yang hilang, khususnya di Masa Puasa ini, kita perlu melakukan apa yang dilakukan oleh si anak hilang itu “Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya : ‘Bapa aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa; aku tidak lagi layak disebut anak bapa” (Luk 15:18-19). Kita hanya perlu menyadari keadaan sebenarnya diri kita saat ini. Waktunya kita pergi kepada Bapa, dan berjumpa dengan-Nya di Sakramen Rekonsiliasi.

    Tak perlu ragu dan takut kalau diteggur dan dimarahi. Bapa, dalam perumpamaan itu, tidak dikisahkan memperoleh kesempatan guna mengajar dan menasehati anaknya yang hilang dan pulang kembali, menunjukkan betapa kesalahan dan kesesatan yang anaknya lakukan. Sang ayah tidak pula mengomentari keadaan yang jelek sang anak alami. Hati dan pikiran sang ayah jauh dari dosa sang anak, tetapi sebaliknya sang ayah malah segera memberi perintah kepada pelayan dan hambanya “Cepat ambil jubah baru, ... cincin ... dan sepatu”. Perhatian sang ayah lebih tertuju kepada menyambut kembali datangnya sang anak yang hilang daripada waktu anaknya pergi. Dengan sukacita sang ayah ajak semuanya “Mari kita pesta dan bersukacita.”

    Bila kita telah lama jauh dari Bapa, Bapa tetap sama, menanti dan menunggu kita, kedua tangan terbuka ingin menyambut dan merangkul kita. Belas kasih dan berkat yang ada di hati Bapa. Tak ada kotbah, teguran apalagi hukuman. Bapa menyambut tobat kita dengan pakaian kejujuran dan kasih, yang disiapkan Yesus sendiri sewaktu Ia tergantung di kayu salib. Ia mengembalikan jati diri kita, sebagai anak-anak Bapa, dengan kehormatan dan martabatnya. Ia kenakan pada kita sepatu baru, agar kita setiap hari melangkah  dalam damai dan sukacita.

    Mari kita sambut dan terima apa yang telah disiapkan Bapa dalam Masa Pra Paska ini. Kasih Allah itu luar biasa. Kita tidak bisa membayangkannya.

    Doa: Bapa terima kasih atas pakaian baru, cincin dan sepatu baru, yang telah Engkau siapkan untukku sewaktu aku kembali kepada-Mu.

    Janji: “Siapa Allah seperti Engkau, yang mengampuni dosa dan memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri ...” --- Mikha 7:18

    Pujian: Dalam Tahun Kerahiman Ilahi yang lalu, Darsono tergerak hatinya setelah limabelasan tahun tidak pernah menyambut Sakramen Tobat. Ia disambut dengan ramah oleh Pastor pengakuannya dan merasa lega sekali hatinya, sewaktu mendengar sabda pengampunan dari Allah leawt Pastor.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/