• Renungan Harian - Selasa, 21 Maret 2017

    Selasa, 21 Maret 2017

    Daniel 3:25,34-43

    Mazmur 25:4-9

    Matius 18:21-35

    PENGAMPUNAN TANPA BATAS

     “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh.” --- Matius 18:22

    YESUS BENAR-BENAR ‘Jago cerita’. Ini yang membuat orang-orang tertarik mendengarkan ajaran-Nya. Yesus membungkus ajaran-Nya dalam bentuk perumpamaan. Dan kali ini ajaran Yesus tentang ‘pengampunan’ -- perlunya kita mengampuni sesama kita. Yesus bukan sekedar bercerita dengan menarik -- baik cara maupun bahan cerita-Nya --. Ia gunakan perumpamaan ini untuk mewahyukan kasih Allah yang luar biasa terhadap manusia dengan mengampuni dan tentang nilai-nilai Kerajaan Surga.

    Dalam berkisah sering Yesus -- dalam bahasa sekarang -- sedikit ‘lebay’, maksudnya dibesar-besarkan. Tetapi ini merupakan jenis sastra bahasa Semit waktu itu, induk bahasa dari Ibrani dan bahasa yang dipakai Yesus, melebih-lebihkan. Juga sering dipakai gaya bahasa ‘perbandingan sebaliknya’ -- banyak sekali dan sedikit sekali, bijak dan tolol, dermawan dan pelit. Dan inilah yang kita temukan dalam bacaan Injil hari ini. Kisah perumpamaan mudah sekali  kita tangkap.

    Ada orang yang berhutang banyak sekali -- di situ disebut ‘sepuluh ribu talenta’. Dalam kamus Kitab Suci, satu talenta itu kira-kira sama dengan 6.000 dinar; juga dikatakan UM Harian waktu itu satu dinar satu hari. Kalau sebulan orang mendapatkan upah 30 dinar, setahun 360-an dinar. Jadi hutangnya orang itu kepada ‘tuan-nya’,  sebanyak 10.000 talenta, adalah sama dengan upah pekerja selama 150.000 tahun. Fantastik -- luar biasa jumlah hutangnya.

    Tetapi orang yang hutangnya 150.000 tahun upah kerja itu, menolak keras mengampuni hutang temannya yang hanya berhutang 100 dinar  atau hutang 100 hari upah kerja, atau 1/20.000 dari utangnya sendiri. Kita bayangkan betapa kontrasnya! Meskipun hamba itu mengakui hutangnya dan memohon belas kasihnya, nampak orang yang telah diampuni hutangnya begitu besar oleh Tuannya, sama sekali tidak tergerak sedikitpun untuk memaafkan dan menghapus hutangnya. Dan ini membawa akibat yang sangat mengerikan.

    Jelas ajaran Yesus menantang kita : apakah kita bersedia mengampuni sesama yang bersalah kecil terhadap kita dan Allah Bapa sendiri telah mengampuni dosa-dosa kita yang berat dan banyak. Ajaran ini menegaskan kembali apa yang telah Yesus katakan dalam Sabda Bahagia di Bukit  “Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Mat 6:14-15).

    Masa Pra Paska membawa kita akan kesadaran kebutuhan kita akan belas kasih Allah dan pengampunan-Nya. Bapa di surga tak menginginkan hati kita tetap hitam karena rasa kesal dan dendam yang disebabkan kesalahan orang lain terhadap kita. Tuhan inginkan hidup kita tanpa beban, tentram serta damai dengan semuanya. Bukankah kita juga sangat menginginkan keadaan hidup semacam ini? Mulai mencicipi kebahagiaan surgawi?

    Doa: Terima kasih ya Yesus, karena tanpa batas Engau telah mengampuni diriku lewat pelayanan Gereja. Berilah diriku hati berpengampunan dan bersaudara dengan sesama.

    Janji: “Bapa-mu di surga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudara-saudaramu dengan segenap hatimu” --- Matius 18:35

    Pujian: Setelah ikut Retret Luka Batin, Alex tersadarkan bahwa dirinya memang masih mempunyai luka batin karena tak sudinya ia mengampuni adiknya yang meminta maaf dan saat itu adiknya telah menghadap Tuhan. Alex meminta didoakan agar memaafkan adiknya yang dulu beberapa kali telah meminta maaf. Alex rasakan ketenangan dan damai setelah ia mengangguk mau mengampuninya. Hari berikutnya ia pergi ke kubur adiknya, berdoa meminta maaf disertai derai air mata.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/