• Renungan Harian - Kamis, 23 Maret 2017

    Kamis, 23 Maret 2017

    Yeremia 7:23-28

    Mazmur 95:1-2,6-9

    Lukas 11:14-23

    HIDUP BAHAGIA DAN SEHAT

     “Berjalanlah di dalam semua peraturan yang Aku perintahkan kepadamu.” --- Yeremia 7:23

    SEMUA ORANG  ingin hidup sehat. Tak ada yang ingin cacad badan. Kita inginkan semua anggota badan utuh. Dalam bacaan hari ini kita membaca orang yang memilih tuli akan suara Tuhan dan memilih tetap diam daripada berbagi akan kebenaran yang Tuhan berikan.

    Dalam Bacaan pertama, Yeremia mengeluh karena orang secara sadar memilih tuli terhadap suara Tuhan dan para nabi-Nya. “Mereka tidak patuh, memberikan perhatianpun tidak” (Yer 7:24). Dan dalam Injil Yesus menyembuhkan seseorang yang bisu. Ini baik sekali. Tetapi orang-orang yang menyaksikannya bukannya sorak sorai bersukacita, tetapi malahan menolak mengakui ada sesuatu yang luar biasa terjadi. Mereka-mereka ini tetap tinggal bisu dan malahan mulut mereka menuduh Yesus bersekongkol dengan setan.

    Dan kita bisa menemukan diri kita di dalam bacaan ini. Bisa saja kita kurang percaya diri menghadapi halangan-halangan yang menahan kita untuk tetap tuli akan suara Tuhan atau malas berbagi kebaikan Tuhan. Mungkin kita berkata ‘kita takut dan gagap berbicara tentang Tuhan Yesus. Bagaimana kita dapat mengatasi kepincangan rohani ini?

    Yeremia bisa memberi jawabannya: “Berjalanlah di dalam semua peraturan yang Aku ajarkan” (Yer 7:23). Dan Yesus juga memperingatkan kita “Siapa saja yang tidak berkumpul dengan Aku, ia memisah-misahkannya” (Luk 11:23). Dengan kata lain, kalau kita mau mendengarkan Tuhan, mencoba mematuhi perintah-perintah-Nya, antara lain dengan ‘bersekutu dengan Tuhan’ bersama dengan Umat-Nya dalam Ekaristi. Biarkan bacaan hari ini masuk meresap di dalam hati. Ikuti kata-kata dalam Tata Perayaan Ekaristi. Dan sewaktu menyambut-Nya dalam Ekaristi Suci, mohon Tuhan berkenan membuka sedikit lebar telinga dan mulut kita. Dan akhir Misa, waktu menanggapi kata-kata perpisahan “Pergilah, kita diutus”, kita mengambil keputusan untuk selalu bekerja sama dengan Tuhan.

    Dalam hal ini tak perlu kita merasakan sesuatu perasaan yang luar biasa. Mungkin kita  merasa  biasa-biasa saja. Tetapi kalau kita hari demi hari patuh setia begitu, jangan kaget, kita akan mendengarkan suara Tuhan. Kita akan melihat dan menemukan kehadiran Tuhan di dalam diri orang-orang sekeliling kita. Dengan melihat, menyaksikan serta mendengar, mau tak mau kita tidak akan tinggal diam. Tentu kita akan berbicara kepada orang-orang akan apa yang telah dilakukan Tuhan dalam hidup kita.

    Doa: Tuhan, kami ingin mendengarkan suara-Mu dan mengucap pujian pada-Mu. Tolonglah kami untuk setia dalam mendengarkan sabda-sabda-Mu.

    Janji: “Dari sejak nenek moyangmu keluar dari Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus menerus, tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepadaKu dan tidak mau memberi perhatian ...” --- Yeremia 7:23-24a

    Pujian: Perayaan Ekaristi selalu ditutup dengan seruan Pastor yang memimpin Misa “Marilah kita pergi. Kita diutus.” Diutus untuk mewartakan Kabar Gembira.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/