• Renungan Harian - Jumat, 24 Maret 2017

    Jumat, 24 Maret 2017

    Hosea 14:2-10

    Mazmur 81:6-11,14,17

    Markus 12:28b-34

    TIDAK JAUH

     “Kamu tidak jauh dari Kerajaan Allah.” --- Markus 12:34

    BILA KITA mengendarai mobil, dan melihat tanda merah pada penunjuk tanki bensin, kita merasa was-was. Tetapi tiba-tiba ada petunjuk di jalan bahwa SPBU tidak jauh lagi -- artinya kita dekat dengan pompa bensin -- hati kita lega. Demikian juga, orang yang berjalan di padang gurun, persediaan air tinggal sedikit, sewaktu melihat tidak jauh ada ‘oasis’, hati mereka terasa lega.

    Sewaktu Yesus berkata kepada ahli Taurat bahwa mereka tidak jauh dari Kerajaan Allah, mungkin ada dua arti bagi Yesus. Para ahli Taurat mengetahui betul ‘isi pokok’ dari Hukum Perjanjian Lama bercabang dua “Mencintai Allah” dan “Mencintai sesama”. Juga sewaktu umat Israel menerima dua balok dari Musa berisi Perintah Allah, tiada lain berisi Perintah mencintai Allah dan mencintai sesama. Apapun kurban dan persembahan kita yang kita haturkan kepada Allah tidak akan berarti bila keseimbangan antar Dua Perintah Allah itu terganggu. Mengasihi sesama bisa saja dengan mudah keluar dari jalurnya kalau kita tidak mencari Allah sepatutnya. Kasih akan Allah yang diucapkan akan nampak kosong bila tak terwujud dalam kasih nyata yakni kepada sesama kita. Maka kalau para ahli Taurat itu memahami ini, berarti apa yang disabdakan Yesus benar, yakni ‘mereka tidak jauh dari Kerajaan Allah’.

    Dekat dengan para ahli Taurat itu berdirilah Sosok orang yang merupakan ungkapan dari Kerajaan Allah sendiri, tetapi para ahli Taurat tak menangkap dan memahaminya. Bagi para ahli Kitab Suci itu perlu setapak lagi, yakni menerima Yesus bukan hanya sebagai Guru atau nabi yang bijak, tetapi sebagai Mesias dan Juru Selamat sebagaimana Allah telah janjikan.

    Bagi kita Umat Kristiani, diingatkan setiap hari adanya kesempatan emas untuk menerima Yesus bukan sekedar sebagai Guru yang bijak atau seorang suci yang patut kita ikuti teladan-Nya. Yesus bagi kita adalah “Jalan, Kebenaran dan Hidup” (Yoh 14:6). Lalau bagaimana kita sendiri? Sudahkah kita dekat dengan-Nya? Sejauh mana dekatnya? Benarkah kita cukup dekat untuk mengakui kebenaran Kitab Suci. Kita sudah begitu dekat dengan berkat, kebebasan Kerajaan Allah?

    Doa: Ya Yesus, Dikaulah sumber hidup kekal. Tak hanya aku setuju dengan ajaran-ajaran-Mu, tetapi aku menaruh imanku pada-Mu.

    Janji: “Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada Tuhan” --- Hosea 14:3

    Pujian: Satrio mau nikah dengan pasangan yang masih calon Baptis. Setelah nikah ternyata istrinya -- baptis baru -- jauh lebih memahami iman Katolik dan menghayati imannya secara sukacita. Satrio merasa tergugah untuk memperbaiki pola hidupnya sebagai orang Katolik.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/