• Renungan Harian - Sabtu, 25 Maret 2017

    Sabtu, 25 Maret 2017

    Hari Raya Kabar Sukacita

    Yesaya 7:10-14; 8:10

    Mazmur 40:7-11

    Ibrani 10:4-10

    Lukas 1:26-38

    PERISTIWA GEMBIRA

     “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” --- Lukas 1:28

    BAKTI DAN hormat Umat kepada Maria Bunda Yesus, umumnya lewat Doa Rosario. Ringkas padatnya Injil ada di situ. Itu mencakup Peristiwa Gembira, Sedih, Mulia, dan Terang. Apa yang dialami Yesus dialami juga oleh Maria dalam hatinya. Menurut Paus Yohanes Paulus II, peristiwa-peristiwa gembira dengan ‘sukacita yang memancar dari peristiwa Penjelmaan’.

    Pada peristiwa pertama, Maria menerima ‘salam’ dari Gabriel. Ia diajak untuk ‘bersukacita’ dan menanggapi rencana agung Bapa untuk keselamatan umat manusia dengan ‘fiat’-nya. Ia diangkat menjadi Bunda Sang Putra. Kedua, perjumpaan Maria dengan Elisabet juga diwarnai oleh ‘sukacita’. Kehadiran Yesus dalam rahim Maria membuat suasana gembira baik bagi Yohanes yang masih dalam kandungan, bagi Elisabet sendiri yang terbebaskan dari aib serta bagi Zakharia yang tersembuhkan dari bisunya.

    Peristiwa ketiga, ‘kelahiran Yesus di Bethlehem’ membawa para gembala yang memperoleh warta gembira dari malaikat, yang sebelumnya ketakutan, menjadi sukacita; kegembiraan mereka dimeriahkan oleh nyanyian para malaikat “Gloria in Excelsis Deo”. Karena sukacitanya, mereka cepat-cepat pergi untuk menjumpai Maria, Yusuf dan Bayi Yesus.

    Dua peristiwa terakhir, menurut Paus,  meski masih terasanya ‘suasana gembira’, tetapi  sudah mulai menunjukkan drama yang akan terjadi. Penyerahan di Bait Allah tidak hanya mengungkapkan kegembiraan atas konsekrasi Sang Bayi dan sukacita Simeon, yang sudah ‘adi yuswa’, tetapi juga apa yang dinubuatkan oleh Simeon, bahwa si Bayi akan menjadi ‘tanda perbantahan, bagi umat Israel dan sebuah pedang akan menembus jantung ibu-Nya. Dan akhirnya, peristiwa kelima ditandai dengan sukacita bercampur kekecewaan, sewaktu berusia 12 tahun, Yesus ikut berziarah ke Bait Suci di Yerusalem. Ia tinggal di situ, sampai orangtua menemukan-Nya kembali. Di situ Yesus tampil dalam kebijaksanaan ilahi, dengan mendengarkan dan bertanya. Mulai di situ sosok Yesus nampak sebagai seorang ‘guru’.

    Doa: Ya Yesus, perkenankan aku meneladan Bunda-Mu dengan membuka diriku bagi kedatangan Kerajaan-Mu yang membawa keselamatan bagiku dan sesamaku.

    Janji: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu” --- Lukas 1:37

    Pujian: Dalam Misa Kudus seringkali diucapkan rasa syukur karena terkabulnya permohonan lewat doa Rosario atau tiga Salam Maria.

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/