• Renungan Harian - Selasa, 28 Maret 2017

    Selasa, 28 Maret 2017

    Yehezkiel 47:1-9,12

    Mazmur 46:2-3,5-6,8-9

    Yohanes 5:1-3a,5-16

    AIR BELAS KASIH ALLAH

     “Aku melihat air mengalir ...” --- Yehezkiel 47:1 

    GAMBARAN INDAH yang nabi Yehezkiel suguhkan kepada kita dalam bacaan hari ini ialah aliran air yang indah yang berasal dari Bait Suci. Semakin dalam dan semakin lebar arus alir mengalir. Mulai dengan dalamnya sekaki lalu semakin dalam menjadi sungai yang dapat direnangi ke seberang. Air itu terus mengalir ke daerah gersang. Aliran airnya membawa kesegaran dan kehidupan. Malahan dikatakan merubah air Laut Mati menjadi tawar, sebagai sumber kesegaran dan janji. Apakah kita suka dekat dengan aliran air itu?

    Setiap kali kita rayakan Sakramen Rekonsiliasi, sungai yang membawa kesembuhan dan penyegaran itu mengalir pada diri kita. Air itu menyegarkan kita dan membuat kita merasakan hidup baru. Semua air yang mengandung racun dosa di dikeluarkan dan kita dibasuh serta menjadi bersih kembali.

    Di mana kita? Kita ada di air setinggi tumit? atau di air yang dalam setinggi dada? Itu tidak penting di mana kita. Tetapi yang penting ialah Allah mengundang kita untuk masuk lebih dalam lagi setiap kita menyambut Sakramen Tobat. Kita tak perlu takut. Kita bergerak bebas dalam air itu. Mau berjalan, berenang, berkecipung dan main-main dengan air yang menyegarkan itu? Menghadap bapa pengakuan kita masing-masing dan ‘curhat’ kepadanya. Air biasa mengotori kita, tetapi aliran air sungai ini justru sebaliknya membersihkan kita, betapa besar dan banyak dosa-dosa kita. Itulah air belas kasih Allah. Belas kasih-Nya tak pernah gagal.

    Apakah ada hal-hal tertentu dalam bagian hidup kita, yang Tuhan inginkan dibersihklan dan disegarkan kembali? Maka sekali lagi, sambutlah Sakramen Tobat, nikmati air pengampunan dari Allah. Coba sebaiknya agar segala dosa pergi keluar dan hati menjadi bersih dan tenang.

    Kalau masuk Gereja, berhenti sejenak dekat tempat air suci. Air suci itu membersihkan jiwa kita. Perhatikan baik-baik sewaktu membuat tanda salib dengan air suci itu. Ini mengingatkan kita  bahwa kita telah menjadi milik-Nya,bahwa kita telah ditebus. Arus aliran hidup itu semakin lebar dan luas memberi daya hidup pada kita. Aliran akhir hidup itu membawa kita serta memampukan kita agar kita juga bisa menjadi pelaku penyembuhan dan penyegaran kepada semua orang di seputar diri kita.

    Doa: Yesus, aku haus akan Dikau. Biarkan air hidup baru dari-Mu mengalir dalam diriku. Datanglah ya Yesus, cucilah diriku agar bersih.

    Janji: “Engkau telah sembuh. Jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu  jangan terjadi yang lebih buruk” --- Yohanes 5:14

    Pujian: Bu Darsih meminta bapak Koster gereja, sebotol kecil air suci untuk dipakai di rumahnya. Tiap malam anak-anaknya entah doa bersama atau sendiri-sendiri, mereka selalu menandai diri mereka dengan air suci sewaktu membuat ‘tanda salib’.

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/