• Renungan Harian - Rabu, 29 Maret 2017

    Rabu, 29 Maret 2017

    Yesaya 49:8-15

    Mazmur 145:8-8,13-14,17-18

    Yohanes 5:17-30

    BAPA SELALU BEKERJA?

     “Bapa-Ku terus bekerja sampai sekarang, begitulah Aku juga bekerja.” --- Yohanes 5:17

    PERNAHKAH KITA membayangkan surga? Waktu kecil, surga diceritakan sebagai tempat bersukaria. Para malaikat dan para suci berkidung dan menyanyi lagu-lagu pujian. Tentu di surga banyak kegiatan, dikatakan Allah Bapa selalu bekerja. Demikian pula kita putera-puteri-Nya tetap aktif  bekerja di bumi ini.

    Dalam bacaan Injil hari ini, sabda Yesus didahului dengan kata “Amen … Amen”.  Itu suatu penegasan. Itu menuntut perhatian khusus pada kita. Ada tiga pernyataan Yesus.

    Pertama, Ia nyatakan bahwa Yesus tidak melakukan kehendak-Nya sendiri. Yang Ia lakukan ialah apa yang Ia lihat Bapa lakukan (Yoh 5:19). Jadi apa yang Yesus lakukan : menyembuhkan, mengampuni dan tergerak hatinya oleh belas kasih, ini semua mengungkapkan apa yang terjadi di surga saat ini. Artinya, Bapa di surga selalu memandang kita dengan penuh belas kasih. Ia selalu bekerja, membawa damai surgawi ke dalam hidup kita.

    Kedua, Yesus bersabda, siapa saja yang mendengarkan perkataan-Nya dan percaya pada Bapa-Nya, terbebaskan dari hukuman dan memperoleh hidup abadi (Yoh 5:24). Ini ditujukan bukan hanya untuk orang-orang zaman Yesus, tetapi setiap orang atau siapa saja. Maka surga itu penuh dengan doa dan pujian dari orang-orang yang lebih dahulu mendahului kita menghadap Bapa, termasuk sanak-saudara kita tercinta. Mereka berdoa agar kitapun memperoleh hidup abadi sebagaimana mereka. Mereka bersorak sorai dan meyakinkan kita bahwa kitapun akan sampai di tempat di mana semua penghakiman akan ditiadakan dan setiap orang akan penuh dengan kemuliaan Allah.

    Ketiga, Yesus juga bersabda bahwa akan tiba saatnya bila orang mendengar sabda-sabda Yesus dan memasukkannya ke dalam hati, mereka akan menerima kehidupan abadi (Yoh 5:25). Anak Allah, akan nampak bertahta di surga, terus bersabda kepada kita juga saat ini. Ia memanggil kita. Ia menganugerahi kita kebijaksanaan dan bimbingan, harapan-Nya dan dukungan yang memberi harapan. Setiap kata yang kita dengar dari-Nya, kita menjadi hidup.

    Coba merenung sejenak, menggambarkan surga sebagai tempat penuh energi. Mendengar suara Bapa yang penuh kasih dan tuntunan kepada kita. Gambarkan para malaikat-Nya memperhatikan kita dekat-dekat dan juga sangat peduli pada saudara-saudara kita. Orang Kudus, pelindung kita masing-masing, dan bersama para kudus lainnya, berdoa bagi kita dan membesarkan hati kita. Kita tidak sendirian. Penghuni surga berdoa untuk kita.

    Doa: Bapa, ampunilah daku, karena sering aku membayangkan Bapa itu jauh dari daku. Terima kasih atas karunia rahmat surgawi yang Engkau curahkan ke dalam hatiku.

    Janji: “Sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau ia tidak melihat Bapa mengerjakannya, sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak” --- Yohanes 5:19

    Pujian: Seorang Pastor Paroki dalam Misa mengenang seseorang yang telah meninggal sekian puluh tahun yang lalu, menegaskan bahwa tak perlu berdoa untuk pengampunan dosa nenek yang sekian puluh tahun meninggal dan memohon masuk surga. Mereka sudah ada di surga, malahan mereka mendoakan kita-kita anak cucu yang masih bergumul dalam hidup ini.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/