• Renungan Harian - Kamis, 30 Maret 2017

    Kamis, 30 Maret 2017

    Keluaran 32:7-14

    Mazmur 106:19-23

    Yohanes 5:31-47

    TEGAR TENGKUK

     “Aku lihat betapa tegar tengkuknya umat ini!” --- Keluaran 32:9

    DALAM PEMBUKAAN Ibadat Harian, didaras Mazmur 95. Di situ ada ayat yang mengatakan umat Israel yang telah menyaksikan dan mengalami kuat kuasa Allah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir, ‘bertegar hati’ atau ‘keras hati’ dengan mencobai Allah sewaktu mereka sampai di daerah Masa dan Meriba (Mzm 95:8-9). Tuhan menghukum mereka dengan tidak boleh masuk ke tanah terjanji.

    Dalam bacaan pertama hari ini, Allah nengeluh karena umat-Nya itu keras hatinya. Dikatakan dengan istilah “tegar tengkuk”. Mereka melupakan apa yang telah dilakukan Allah bagi mereka. Mereka juga tidak bisa melihat kiri kanan, sekelilingnya, bahwa Allah tetap bekerja dengan mukjizat  bagi mereka. Mereka hanya memandang dan menatap apa yang dihadapan mereka, yakni hal-hal yang sangat menantang.

    Mungkin juga bagi kita, dalam hidup kita, kita pernah mengalami ‘keras hati’ secara rohani. Kita tidak mau memandang ke belakang akan apa saja yang Tuhan pernah lakukan bagi kita. Juga kita tak mau melihat kiri kanan sekeliling kita, apa saja yang Tuhan tetap masih lakukan bagi kita. Di sinilah kita mengalami ‘tegar hati’ atau ‘tegar tengkuk’ dan pandangan serta tatapan kita sangat sempit. Seakan-akan mata kita menatap tembok putih tiap hari, disertai gerutu bercampur kesal akan situasi yang ada. Mungkin kita lalu mengadu kepada Tuhan, mengapa sekarang Tuhan meninggalkan kita dan tidak berpihak pada kita?

    Dapatkan kita sembuhkan ‘tegar tengkuk’ kita ini? Dengan olah raga. Kita gerak-gerakkan dan putar-putar kepala kita tiap pagi, biar otot menjadi lemas dan bisa bergerak normal.

    Dan bagaimana  dengan “tegar hati’ kita? Tiap pagi kita duduk, membaca Kitab Suci dan merenungkannya. Kita refleksikan apa saja di masa lampau Tuhan telah berkenan melakukannya untuk kita. Periksa dan catat hidup kita sendiri saat ini, di mana Tuhan telah berkenan menolong dan membantu diri kita? Dan lihat sekeliling, bagaimana Tuhan tetap lakukan apa saja demi kita saat ini.

    Itulah ‘terapi rohani’. Semakin sering kita berlatih semakin cair dan lunak hati kita. Kita lalu dapat melihat ke belakang, betapa Allah telah setia dalam kasih-Nya kepada kita, sampai saat ini menyertai kita.

    Dan apa yang kita pandang saat ini? Hanya apa yang ada di hadapan kita saat ini? Apakah kita mau melihat kiri kanan sekeliling diri kita dan melihat Tuhan berkarya? Ayo, kita geleng-gelengkan kepala kita, gerak dan julurkan tangan dan kaki kita. Tentu rasa kaku dan tegar bagian badan akan sirna. Demikian juga dengan membaca dan merenungkan ayat-ayat suci serta bergembira memuji Tuhan, ‘ketegaran hati’ kita akan melunak dan hilang.

    Doa: Tuhan tolonglah daku agar pandanganku tetap luas dan lebar. Jagalah diriku jangan sampai lupa kebaikan apa saja yang pernah Tuhan buat untuk diriku.

    Janji: “Dan menyesallah Tuhan atas malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya” --- Keluaran 32:14

    Pujian: Seorang guru dari Kursus Pendalaman Kitab Suci (KPKS), memberi tahu kepada para peserta bahwa Allah sering digambarkan bisa berkenan, marah, menyesal dan mengampuni. Ia jelaskan gaya bahasa menggambarkan Allah seperti itu disebut “Anthropomorphisme” -- berperilaku seperti manusia memiliki lima indera dan berbudi serta berperasan.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/