• Renungan Harian - Sabtu, 1 April 2017

    Sabtu, 1 April 2017

    Yeremia 11:18-20

    Mazmur 7:2-3,9bc-10,11-12

    Yohanes 7:40-53

    TELINGA HATI YANG TERTUTUP 

    “Belum pernah seorangpun berkata seperti orang itu” --- Yohanes 7:46 

    APA YANG DIUCAPKAN Yesus dan apa yang dilakukan-Nya membuat kesan yang mendalam dalam diri pendengar yang hadir atau yang menyaksikan mukjizat yang Yesus perbuat. Dan Injil Yohanes, kisah para penjaga yang disuruh para pemimpin kaum Farisi guna menangkap Yesus, setelah mendengar dan menyaksikan ajaran dan cara mengajar Yesus, mereka berujar “Belum pernah seorangpun berkata seperti orang itu” (Yoh 7:46).

    Di tempat lain hal yang sama terjadi. Di rumah ibadat Kaparnaum, setelah Yesus mengajar dan mengusir roh jahat, orang ber-reaksi “Apaitu? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa...” (Mrk 1:27). Di rumah Simon, Yesus menyembuhkan orang lumpuh, orang-orang berseru “Yang begini belum pernah kita lihat” (Mrk 2:12).

    Orang-rang yang kagum melihat dan menyaksikan Yesus mengajar dan menyembuhan orang, mereka  terpukau oleh kata-kata Yesus dan menerima  serta  percaya kepada Yesus. Tetapi orang-orang Farisi sebaliknya, hati mereka tertutup dan menolaknya. Mereka menganggap orang-orang yang percaya pada Yesus itu, tidak tahu akan Taurat. Mereka menganggap para penjaga itu sebagai orang-orang yang telah ikut disesatkan.

    Kaum Farisi telah menentukan sikap memusuhi Yesus, maka menentang-Nya . Dan orang yang menerima Yesus diganggap sesat. Budi dan hati mereka menjadi buta. Ada seorang Farisi yang masih waras. Nikodemus namanya. Ia mengatakan “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum ia orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?” Karena sudah tertutup hati mereka, maka mereka buruk sangka akan Nikodemus dianggap berasal dari Galilea dan buta akan Taurat, karena menurut mereka dalam Taurat dikatakan tak akan ada nabi dari Galilea.

    Karena menunjukkan sikap tak senang akan Yesus, Sang Guru, orang-orang Farisi itu menjadi buta. Mereka menolak Terang. Mereka tidak mau menyambut sang Terang. Mereka menganggap diri mereka sudah benar, karena mereka hanya mau menerima  apa yang tertulis dalam Kitab Taurat.

    Semoga kita jangan sampai kita memiliki sikap negatif sebelum menyelidiki dan mempelajarinya. Semoga kita seperti Nikodemus yang datang malam-malam ketemu Yesus, dan sekarang ia mengingatkan orang Farisi agar mengikuti Taurat yakni memberi kesempatan mengklarifikasi masalah dan membela yang benar.

    Doa: Bapa, bebaskanlah kami dari berprasangka buruk terhadap sesama!

    Janji: "Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!"----Yeremia 11:19

    Pujian: Sebuah Hikmat ditangkap oleh Harsanta, yakni mohon tidak mudah ber-buruk sangka dan menutup diri pada informasi yang lebih lengkap. Dan ia merasa Tuhan berkenan memberikan roh hikmat itu.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/