• Renungan Harian - Senin, 3 April 2017

    Senin, 3 April, 2017

    Daniel 13:1-9,15-17,19-30,33-62 (Daniel 13:41c-62)

    Mazmur 23:1-3a,3b-4,5,6

    Yohanes 8:1-11 

    JANGAN MENGHAKIMI!

    “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini” --- Yohanes 8:7

    “BERSALAH ADALAH  MANUSIAWI – Mengampuni adalah Ilahi” ! Secara manusiawi kita cenderung untuk membalas, menghukum dan enggan memaafkan. Tetapi sebagai orang beriman, kita “dimampukan untuk mengampuni dan mengasihi” orang yang bersalah kepada kita. Di tangan Tuhanlah hak mengadili : menghakimi, menghukum serta mengampuni! Karenanya kita perlu mohon kearifan atau hikmat dalam mengadilli orang bersalah.

    Dari sejarah ‘Meja Hijau’ , kita ingat  bulan Oktober 1977, Sengkon divonis penjara 12 tahun dan dan Karta 7 tahun atas tuduhan perampokan dan pembunuhan yang menimpa pasutri Sulaiman - Siti Haya di Desa Bojongsari, Bekasi, tahun 1974. Karena merasa tak bersalah, awalnya mereka menolak menandatangani berita acara pemeriksaan. Tapi karena tak tahan menerima siksaan polisi, keduanya lalu menyerah. Hakim Djurnetty Soetrisno lebih mempercayai cerita polisi ketimbang bantahan kedua terdakwa.

    Pada tahun 1981, setelah 5 tahun meringkuk dalam dinginnya penjara, barulah diketahui bahwa pelaku yang sebenarnya adalah Genul, keponakan Sengkon. Beruntunglah ada Albert Hasibuan, seorang pengacara dan anggota dewan yang dengan gigih memperjuangkan nasib  mereka hingga akhirnya bebas.

    Namun penderitaan mereka belum berakhir, karena keluarga mereka sudah kocar-kacir entah ke mana dan seluruh harta telah dijual untuk biaya pengadilan dan kehidupan keluarganya. Akhirnya mereka berdua tewas secara mengenaskan. Karta tewas karena kecelakaan dan Sengkon meninggal karena sakit TBC dan terlalu banyak bekas luka akibat siksaan yang dideranya.

    Maka ada ungkapan di antara para hakim, “lebih baik membebaskan orang yang bersalah, daripada menghukum orang yang tidak bersalah.” Tetapi terdengar suara bening dari proses pengadilan Basuki Tjahaja Poernama alias Ahok, seorang hakim berucap setelah mendengarkan kesaksian-kesaksian, bahwa ia tak akan menghukum orang yang tak bersalah dan tak akan membebaskan yang bersalah (Stevy).

    Doa: Ya Bapa, jauhkanlah kami dari kecenderungan untuk menghakimi sesama.

    Janji: “Allah yang kekal yang mengetahui apa yang tersembunyi dan yang mengenal sesuatu sebelum terjadi.”

    Pujian: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/