• Renungan Harian - Senin, 10 April 2017

    Senin, 10 April 2017

    Yesaya 42:1-7

    Mazmur 27:1,2,3,13-14

    Yohanes 12:1-11

    MENGASIHI YESUS

    “Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. --- Yohanes 12:3

    SETELAH LAZARUS dibangkitkian diadakan makan malam bersama dengan Yesus di rumah Lazarus. Maria, saudari Lazarus sungguh mengasihi Yesus, sehingga ia rela membeli minyak narwastu yang mahal, nilainya tiga ratus dinar (seharga upah 10 bulan kerja). Dan minyak itu digunakannya untuk meminyaki kaki Yesus. Padahal untuk membasuh kaki tamu cukup dengan air. Maria menyekanya, bukan dengan kain, tetapi dengan rambutnya sendiri. Dalam peristiwa ini kita melihat bahwa Maria sudah memberikan segalanya bagi Yesus, hartanya – untuk membeli minyak narwatu, dirinya – rambutnya yang digunakan untuk menyeka kaki Yesus, waktunya, dll. Ia mengasihi Yesus dengan sungguh-sungguh, sebagai ungkapan pertobatannya.

    Orang Farisi dan para ahli Taurat yang menyaksikan banyak perbuatan baik Yesus, bukannya menghargai atau memuji tetapi memusuhi-Nya. Malahan lebih dari itu mereka membenci dan ingin membunuh-Nya. Paulus menganiaya jemaat Gereja Perdana, dan Yesus menyatakan “Saulus, Saulus, mengapa Engkau menganiaya Aku?” (Kis 9:4-5). Maka kalau saat ini ada kelompok membenci kita dan sebenarnya, mereka membenci “Yesus sendiri.

    Di sisi lain, kita sebagai pengikut Kristus, apakah kita juga sudah mengasihi Yesus dengan sungguh-sungguh. Ada orang yang mengasihi Yesus pada saat ia memperoleh berkat, rejeki, kenaikan pangkat dll. Saat ia merasa senang maka ia pun dapat memuji Tuhan dengan penuh sukacita. Tetapi bagaimana saat ia mengalami musibah, misalnya usahanya bangkrut, kena penyakit kritis, atau disingkirkan karena iman akan Kristus ? Kita lalu  marah dan benci kepada Tuhan ?  “Tuhan tidak adil” ! Merasa ditinggalkan Tuhan !“ Kalau kita masih seperti itu jelas kita tidak mengasihi Yesus dengan sungguh-sungguh. Iman kita masih tergantung pada perasaan !

    Sesungguhnya Yesus-lah yang terlebih dulu mengasihi kita, sewaktu  kita masih dalam keadaan berdosa (Rom 5:8). Dia sudah memberikan segalanya bagi kita, bahkan Ia rela mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita dari dosa dan maut. Maka sudah selayaknya kita pun mengasihi Dia dengan penuh kesungguhan hati. Kasih kita akan  Yesus tanpa syarat, secara total. Kita gunakan harta, waktu, uang, tenaga, ide, dan lain-lain untuk Dia, karena Cinta ! Mari kita mengasihi Yesus di atas segalanya  (DAG).

    Doa: Bapa, ajar aku untuk dapat mengasihi-Mu dengan sepenuh hati

    Janji: Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. (Yoh 14:23)

    Pujian: Tantri bertekad meneladan Bunda Maria, yang sudah mengasihi Yesus dengan hati yang mau berkorban.

     

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/