• Renungan Harian - Jumat, 14 April 2017

    Jumat, 14 April 2017

    Jum’at Agung – Wafat Tuhan

    Liturgi : Sabda - Penghormatan Salib – Komunio

    Yesaya 52:13 - 53:12

    Mazmur 31:2,6,12-13,15-16,17,25

    Ibrani 4:14-16; 5:7-9

    Yohanes 18:1 - 19:42

    BERLUTUT DI DEPAN SALIB YESUS

    “Karena pemberontakan umat-Ku, ia kena tulah.”  -- Yesaya 53:8

    YESUS WAFAT. Ia mati untuk kita. Dalam Aklamasi Anamnesis, sesudah Konsekrasi, roti menjadi Tubuh Kristus dan anggur menjadi Darah Yesus, Pastor yang memimpin Misa mengatakan atau berseru : “Marilah menyatakan misteri iman kita” atau “....harapan iman kita”. Umat menyahut “Wafat Kristus kita maklumkan, ...” atau “Kristus telah wafat, ...” atau “Wafat-Mu kami kenang,...” dll. Secara khusus dalam Ibadat Jum’at suci, itu kita lakukan secara istimewa.

    Pagi hari umumnya kita melakukan Jalan Salib bersama. Dan dalam Ibadat Jum’at Agung ini, tidak ada Misa. Yang ada ialah dibacakan atau diperdengarkan Kisah Sengsara Yesus. Sengsara dan Wafat Yesus ini bukan sekedar ritual, tetapi itu menyapa kita pribadi, bahwa Yesus sengsara dan wafat bagi kita, karena dosa-dosa dan pelanggaran kita, dan bagi kita orang yang paling berdosa (1 Tim 1: 15). “Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita” (1 Yes 53:5). Menanggapi Kasih-Nya yang tak bersyarat, terwujud  dalam pengorbanan total yang berdaya penebusan itu, seringkali kita bertindak dosa dan berlaku lebih cinta diri, dari pada penyerahan diri total  kepada Kasih-Nya tanpa syarat iku. Dan sewaktu kita meninggalkan-Nya, Dia sama sekali tidak meninggalkan kita, malahan Ia nyatakan Kasih-Nya itu dengan menyinarkan wajah-Nya pada kita dan membebaskan kita dalam Kasih-Nya (Mzm 31:17). Paulus mengatakan Yesus mati untuk kita, sewaktu kita sendiri masih dalam dosa, sebelum kita bertobat (Rm 5:8)

    Ia turun ke bumi dan berbela rasa dengan kelemahan kita agar kita penuh percaya mendekat pada-Nya mohon pengampunan (Ibr 31:6). Dan kita ditebus. Kita diselamatkan. Gereja menyebutnya ‘hari ini’ Jum’at Agung. Maknanya, agunglah kasih Allah dan agunglah kerahiman-Nya. Dan inilah Warta Gembira bagi kita semua yang berdosa ini. Penebeusan dan pengampuanan!

    Yesus – sang Isa Al Masih – wafat bagi semua orang. Maka Dia juga Penyelamat dan Penebus semua umat manusia, entah ras, suku, keyakinan budayanya. “Ke dalam tangan-Mu lah kusderahkan nyawaku” (Mzm 31:6).

    Doa: Ya Yesus, pakukanlah diriku pada salib-Mu agar aku tidak meninggalkan Kamu!

    Janji:  “Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya” --- Ibrani 5:9

    Pujian: Tantri berdevosi kepada Sengsara Yesus, dengan melakukan Doa Jalan Salib sekali sebulan. Ia berhasil mengajak beberapa temannya.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/