• Renungan Harian - Sabtu, 15 April 2017

    Sabtu, 15 April, 2017

    Hari Sabtu Suci

    PAGI : Tidak ada Misa – Tidak ada Bacaan

    HARI TANPA EKARISTI

    “Lebih baik satu hari di pelatanarn-Mu daripada seribu hari di tempat lain” --- Mazmur 84:11

    YESUS WAFAT di hari Jum’at. Hari berikutnya – hari Sabtu--hari tanpa Yesus. Ia di kubur di Jum’at sore dan belum ada kesempatan orang mengurapi-Nya dengan minyak. Hari Sabat itu orang juga ditdak dibernakan mengunjungi kubur-Nya.

    Apa yang terjadi pada hari Sabtu pertama itu, dihidupkan kembali oleh Gereja. Tidak ada Misa kudus di Sabtu pagi. Tiada Hosti ducvi di tahtakan dalam Tabernakel. Tabernakel kosong. Kita ingin mengungkapkan suasana Sabtu pertama itu, yakni dengan menyamakan diri kita dengan Yesus yang berada di dalam kubur (Rm 6:3-4).

    Sehari suntuk di hari Sabtu itu, Maria Magdalena menanti. Ia harapkan hari Sabat segera berlalu, sehi8ngga ia dapat cepat-cepat ke kubur Yesus. Begitu besar kasih Maria kepada Yesus, sehingga ia lebih suka seribu hari tinggal di kuburan dari pada satu hari tanpa Yesus. Dan  jelang rembang pagi ia telah bangun hari berikut untuk segera pergi menuju kubur Yesus (Yoh 20:1),

    Mungkin juga sama apa terjadi di kalangan para ahli Kitab Suci, kaum Farisi yang bekerja sama menyerahkan Yesus kepada Pilatus, mereka melakukan yang sama seperti sebelum Yesus . Mereka ingin sehari tanpa Yesus daripada seribu hari bersama Yesus. Mereka ingin sekali lepas dari Yesus, karena mereka merasa tidak bisa hidup normal dalam kebiasaan lamanya.

    Dan bagaimana kita sendiri? Bagaimana seandainya kita hidup tanpa Yesus. Apakah kita juga akan merasa kehilangan sebagaimana Maria Magdalena rasakan?

    Apakah juga kita begitu rindu untuk segera berjumpa kembali dengan Yesus dalam Ekaristi, di Malam Paska ini ? Kita telah berpuasa, berpantang dan berdoa empat hari, untuk bersiap bertemu dengan Yesus yang bangkit mulia yang kita sambut dalam Misa Malam Paska ini ? Apakah kita haus dan lapar untuk kembali hidup seperti sebelum Masa Pra-Paska ? Atau lapar dan haus guna bersiap menerima berkat hidup baru buah dari kebangkitan Yesus Kristus, yang Yesus telah sediakan bagi kita?

    Doa: Ya Yesus, lepas dari-Mu aku merasa tidak dapat berbuat apa-apa. Dikaulah andalan-ku!

    Janji: .....

    Pujian: Enam tahun sudah, Darto tak pernah nengok Kampung halaman. Jelang Paska tahun lalu kembali karena ada berita kedua kakaknya yang dulu selalu mengejek karenanya imannya, dibaptis di Tri hari suci tahun lalu. Alleluia!

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/