• Renungan Harian - Sabtu, 29 April 2017

    Sabtu, 29 April 2017

    Kisah Para Rasul 6:1-7

    Mazmur 33:1-2,4-5,18-19

    Yohanes 6:16-21

    PELAYANAN UJUD KEPEDULIAN

    Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,” ---Kisah 6:3

    “Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul” --- Kisah 6:6

    MASALAH PELAYANAN PASTORAL, baik di kota maupun di daerah dihadapi oleh Gereja saat ini. Ternyata bukan hanya sekarang, tetapi  sewaktu lahirnya Gereja, para rasul dan para murid masalah pastoral sudah ada. Para rasul sibuk mencari jalan dan cara bagaimana ‘menggembalakan’ umat yang semakin hari semakin bertambah, yang memunculkan beberapa masalah, yang harus mereka tanggapi.

    Pengelolaan kebijakan pastoral bagi Umat menjadi tanggungjawab para rasul. Tetapi mereka mulai berpikir kalau mereka harus juga mengurusi masalah kehidupan sosial ekonomi, mereka mau tak mau harus mengurangi kegiatan pewartaan. Lalu? “Kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja” (Kis 6:2). Ini sesuatu yang bagi Umat Gereja Perdana. Pelayanan dan peribadatan Yahudi, urusan ini adalah tanggungjawab kaum Lewi para imam. Mereka memang lahir untuk tugas dan peran itu. Sedang dalam Perjanjian Baru, sama sekali tidak.

    Yesus-lah yang memilih para rasul, dua belas jumlahnya. Dan para rasul ini memilih dari Umat – Kaum Awam- untuk berperan dan bertugas sebagai “Diakon”. Umat diminta memilih tujuh  di antara mereka untuk tugas itu.

    Di daerah kita masing-masing, baik Bapak Uskup kita maupun para pastor yang membantunya, tidak mungkin  mengenal dan mengetahui pribadi kita masing-masing; siapa-siapa yang dipanggil untuk hidup bhakti, menjadi bruder atau suster -  dan siapa saja yang terpanggil untuk ikut serta dalam pelayanan pengelolaan jemaat dan bagaimana bentuk penggebalaannya. Kita semua terpanggil untuk memimpin dan membimbing umat Allah, selaras kedudukan kita masing-masing. Semua terpanggil untuk membangun dan mengembangkan Gereja. Mungkinkah kita dipanggil untyu itu. Mengapa tidak? Caranya?

    • Memohon kepada Allah agar berkenan menyatakan kepada kita siapa-siapa pria-wanita yang bijak dan hidup rohaninya kuat;
    • Ungkapkan kepada mereka ini karunia dan talenta yang Tuhan berikan kepada mereka;
    • Sesering mungkin membesarkan hati mereka dan berdoa bagi mereka;
    • Kita perkenalkan mereka kepada Seksi Panggilan dan biayai mereka untuk ikut dalam Retret Panggilan;
    • Tunjukkan kepada para calon ini tata hidup sosial dan moral yang mendukung tambahnya kedewasaan iman dan hidup rohani serta hikmat dan kebajikan mereka (Mat 28:19); memotivasi orangtua untuk mempersembahkan putra-putrinya yang terbaik kepada Tuhan.

    Lahir dan munculnya para pimpinan Gereja sangat tergantung pada Uamt Beriman sendiri.

    Doa: Bapa, panggil dan jadikan diriku pemandu bagi Umat-Mu. Beri daku hikmat-Mu dan ketrampilan dalam melayani Umat.

    Janji: “Aku ini, jangan takut !” --- Yohanes 6:20

    Pujian: Peran Santa Katarina dari Sienna, yang kita peringati hari ini,  sangat besar (1347-1380). Ia berhasil membawa kembali umat kepada jalan  Tuhan; mendamaikan konflik antar raja-raja dan Gereja. Saat itu Gereja memiliki tiga Paus. Ia berhasil menyatukan kembali dan  membawa pulang Paus ke Roma dari Avignon. 

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/