• Renungan Harian - Selasa, 16 Mei 2017

    Selasa, 16 Mei 2017

    Kisah para Rasul 14:19-28

    Mazmur 145:10-13,21

    Yohanes 14:27-31a

    “SHALOM" - SALAM SEJAHTERA

    “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” --- Yohanes 14:27

    SEBAGAIMANA ORANG mau meninggal. biasanya ada kehendaknya yang terakhir diucapkannya kepada anak-anak atau keluarganya. Demikian pula Yesus, dalam rangka meninggalkan para rasul dan murid-Nya, Ia pun mengatakan kehendak atau keinginan terakhir. Ia tinggalkan mereka dengan karunia ‘damai’. Artinya Yesus meninggalkan kita tatanan kehidupan yang harmonis. Dan Gereja Yesus adalah pelaksana kehendak-Nya itu. Gereja diberi tugas dn tanggung-jawab menjabarkan secara rinci ‘shalom’ atau ‘salam sejahtera itu’. Bila kita menerima warisan dari Tuhan dan mendengarkan Gereja-Nya, kita akan memiliki damai dan kekebasan yang berlangsung selamanya.

    Tetapi setan mencoba meyakinkan kita bahwa apa yang diwariskan itu tidak baik atau kita tak perlu mempercayai Tuhan dan Gereja-Nya dalam menjabarkan dan melaksankan kehendak-Nya. Contoh saja, ada umat Katolik yang mengira dalam rangka KB, menggunakan peralatan anti-kehamilan adalah sehat untuk hubungan suami istri dalam keluarga. Tentu saja semakin hari orang-orang itu semakin sadar bahwa diri mereka salah dan malahan membawa kerusakan dalam tatanan hidup suami-istri, keluarga dan masyarakat. Dan kelompok lain, karena merasa tak amannya, mereka menolak tatanan salam sejahtera itu, yakni dalam hal memberi ‘persepuluhan’ dana, kolekte dan giat dalam pelayanan dalam paroki. Kemudian akhirnya mereka mengakui kebenaran apa yang diwariskan Tuhan kepada kita yakni ‘salam sejahtera itu’.

    Salam-damai sejahtera yang Tuhan tinggalkan bagi kita, dalam kehendak-Nya sebenarnya suatu karunia yang agung dan menyeluruh, sampai kita sendiri tak mampu memahaminya. Maka dengan rendah hati dan penuh perhatian kita ikuti bimbingan Tuhan lewat Gereja-Nya. Kalau tidak kita sendiri akan kehilangan kesempatan memperoleh berkat yang berkelanjutan, kehdupan yang bahagia dan kasih.

    Tak perlu kita menentang kehendak Allah. Mari kita masuk saja ke misteri Ilahi.

    Doa: Bapa, jadikanlah diriku pembawa damai, apapun resikonya.

    Janji: “Mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe” --- Kisah para Rasul 14:19-20

    Pujian: Dalam hidup berkeluarga, Henry dan Rita diberkati Tuhan dengan lima anak.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/