• Renungan Harian - Kamis, 18 Mei 2017

    Kamis, 18 Mei 2017

    St. Yohanes I, PausMrt

    Kisah para Rasul 15:7-21

    Mazmur 96:1-3,10

    Yohanes 15:9-11

    LEWAT PENEGASAN MENCAPAI KEPUTUSAN

     “Sesudah lama ... pertukaran pikiran, berdirilah Petrus dan berkata ...” --- Kisah para Rasul 15:7

    DISCERNMENT sudah dikenal dan dilakukan oleh jemaat Gereja Perdana. Situasi Gereja Perdana waktu itu hampir di ujung tanduk. Ada bahaya perpecahan. Tetapi para pemimpin Gereja Perdana bertindak bijak dan tepat. Mereka melakukan ‘discernment’ (penegasan rohani) memohon terang Roh Kudus agar menunjukkan kehendak-Nya (Kis 15:28). Mereka mampu melakukannya sebab mereka tunduk patuh pada wibawa dan wewenang pimpinan Gereja. Mereka mendengarkan para pesertanya, juga mendengarkan kelompok yang tidak menyetujuinya (Kis 15:12). Mereka melakukan ‘discernment’, berdasar Kitab Suci (Kis 15:15 dst) dan berdasar pada hidup dalam komunitas Kristiani (Kis 2:42).

    Saat ini dalam Gereja kurang mengenal apalagi mempraktekkan ‘discernment’. Mereka bingung. Banyak umat lalu membuat keputusan yang salah, baik dalam hal hidup perkawinan, bagaimana menjadi orang-tua, pekerjaan, pola hidup dll. Mereka yang menganut ‘budaya maut’ itu bebas tanpa ada pegangan dan kepemimpinan. Ada yang berpandangan, patuh dan tunduk kepada pimpinan itu suatu cela dan bukan lagi zamannya. Juga terhadap pandangan yang berbeda, sering kita lalu cenderung menyerang dan jatuh ke dalam salah paham atau ‘gagal paham’. Umumnya kita itu ‘buta Alkitab’. Dan lagi hidup komunitas kita saat ini terpecah belah, terisolir satu dari lainnya. Seakan-akan kita itu diprogram untuk gagal dalam ‘discernment’ dan dalam ‘membuat keputusan!’

    Guna menghindari bingung, penyalahgunaan dan tertipu, perlu kita bertobat dan sepantasnya kita lalu mendengarkan dan memperhatikan agar dapat bertekun “dalam pengajaran para rasul dan dalam persekutuan, ... memecahkan roti dan berdoa” (Kis 2:42).

    Dengan bimbingan Roh Kudus kita melakukan proses ‘penegasan’ atau ‘discernment’. Sebelum membuat keputusan, kita perhatikan suasana batin dan hati kita. Bila kita baru dilanda emosi, jangan sekali-kali membuat keputusan apa-apa, tunggu reda emosi dan pikiran jernih kita. Sebelum membuat keputusan, mohon terang Roh Kudus untuk menerangi budi dan pikiran dan menuntun kita dalam proses membuat keputusan. Kita perhatikan juga situasi kelompok, keluarga kita; tak lupa membuka Alkitab mencari hal-hal yang berhubungan dengan masalah kita yang baru kita hadapi. Bagaimana Allah berfirman, bagaimana Allah memimpin umat-Nya ke luar dari permasalahan.

    Terakhir, karena kita hidup di zaman ini, palingkan perhatian kita kepada Gereja, tentu telah banyak ajaran Gereja dalam memimbing kita anggotanya dalam menghadapi masalah. Baru kita membuat keputusan yang mengikat kita bersama.

    Doa: Bapa, jadikanlah diriku rajin dalam mendengarkan-Mu.

    Janji: “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitamu ada di dalam kamu, dan sukacitamu menjadi penuh” -- Yohanes 15:11

    Pujian: Paus Yohanes I, seorang kudus. Ia melawan bidaah Arianisme (ajaran tentang Yesus itu ‘manusia unggul", tetapi bukan Ilahi). Ajaran ini didukung oleh Kaisar di Konstantinopel. Yohanes dipenjara, disiksa sampai mati, th 526.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/