• Renungan Harian - Jumat, 19 Mei 2017

    Jumat, 19 Mei 2017

    Kisah para Rasul 15:23-31

    Mazmur 5:8-12

    Yohanes 15:12-17

    TERHIBUR HATINYA

    “Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita, karena isinya yang menghiburkan.” --- Kisah para Rasul 15:31

    UMAT GEREJA Perdana, terdiri dari umat yang berlatar belakang agama Yahudi dan bukan-Yahudi. Pada awal, umat yang berasal dari budaya-bukan Yahudi dipaksa untuk mengikuti adat istiadat agama Yahudi, antara lain ‘harus disunat dulu’. Mereka ribut. Setelah para pemimpin Gereja bertemu dan menghasil kesepakatan, mereka mengirim surat kepada umat Kristen bukan-Yahudi, yakni umat di kota Antiokhia.

    Para pemimpin mengatakan kepada mereka bahwa Roh Kudus dan para pemimpin Gereja telah memutuskan bahwa orang-orang Kristiani yang berasal dari non-Yahudi “harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah dan daging binatang yang mati dicekik dan percabulan” (Kis 15:29). Sewaktu surat dibacakanjemaat bersukacita, karena isinya yang menghiburkan” (Kis 15:31).

    Mengapa orang-orang Kristiani berlatar belakang bukan-Yahudi itu menjadi bersukacita dan terhibur? Apakah karena isinya mudah dilaksanakan? Tidak! Menurut Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma dan Korintus, mengatakan bahwa umat Kristiani berlatar belakang bukan-Yahudi itu, cukup sukar menerima keputusan pertama dan terakhir dari isi surat. Mereka bergembira dan terhibur karena mereka tunduk kepada Roh Kudus. Mereka ungkapkan ini dengan tunduk patuh mereka kepada pimpinan Gereja. Umat yang dulunya kafir lalu menerima Yesus, umat di Antiokhia itu, bergembira karena mereka itu tidak ‘cinta-diri’ (Flp 4:4-5). Mereka bersukacita dan terhibur dalam mematuhi hukum Tuhan (Mzm 40:9), sebagaimana diwahyukan oleh Roh Kudus, bahwa hukum itu disampaikan lewat para pemimpin Gereja.

    Orang bersukacita dan terhibur hatinya secara benar, itu karena bukan berdasarkan merasa lalu bebas, tetapi karena mereka menemukan kehendak Allah. Sebagaimana Yesus, kita menerima santapan, pemenuhan sukacita dan kegembiraan dari melaksanakan kehendak Allah, kehendak Bapa (Yoh 4:34). Kita tak selalu memperoleh apa yang kita kehendaki, tetapi kita dapat selalu melakukan kehendak Allah. Maka rasa sukacita dan kegembiraan hiburan selalu dapat kita peroleh dalam melakukan kehendak Bapa.

    Mari kita mencari dahulu kehendak Allah, tunduk patuh pada pimpinan. Dan hasilnya ialah sukacita dan hati yang terhibur.

    Doa: Bapa, semoga diriku ini menjadi hiburan dan sukacita Bapa.

    Janji: “Inilah perintah-Ku kepadamu: ‘Kasihilah seorang akan yang lain’ --- Yohanes 15:17

    Pujian: Darti sebelumnya selalu bingung dan mudah marah-marah. Tetapi sejak dia mau tunduk pada ajaran Gereja, segala kegalauan dan rasa ingin marah-marah, hilang. 

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/