• Renungan Harian - Rabu, 31 Mei 2017

    Rabu, 31 Mei 2017

    Novena Pentakosta: Hari VI

    Pst SP Maria Mengunjungi Elisabet

    Zefanya 3:14-18a

    atau Roma 12:9-16

    MT Yesaya 12:2-6

    Lukas 1:39-56

    KESEDERHANAAN PENTAKOSTA

     “Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.” --- Lukas 1:39-40 

    SETAHUN SEKALI kita merayakan hari agung Pentakosta. Tetapi kapan saja kita bisa memperingati Pentakosta Turunnya Roh Kudus. Umat Kristriani tidak hanya menerima Pentakosta, tetapi juga memberi Pentakosta kepada yang lain. Pada peristiwa Pentakosta pertama dalam Gereja Perdana, seratus-dua puluh murid Kristus (Kis 1:15) menerima Roh Kudus pada pukul 9.00 pagi. Kemudian mereka ini memberi Roh Kudus kepada hampir kepada tiga ribu orang sebelum berakhirnya hari (Kis 2:41).

    Oleh karena itu kitapun perlu berbuat demikian. Kita biarkan Roh Kudus turun atas kita dan turun atas orang-orang lain lewat kita. Memang banyak umat Kristiani bimbang ragu apakah mereka dapat memberi Pentakosta kepada orang-orang lain. Mereka ini masih tetap terperangkap di ruang atas, disebabkan mereka takut, mereka merasa tak tahu harus bagaimana, mereka ini benci-diri. Mereka merasa sukar untuk bisa seperti Petrus berkotbah, menyembuhkan sebagaimana Paulus lakukan atau berdoa sebagaimana Bunda Maria berdoa.

    Hari ini, tanggal 31 Mei, ada satu harapan bagi kita-kita ini. Bunda Maria membawa Yesus dan Roh Kudus ke Ibu Elizabet dan Yohanes. Ini dilakukan bukan dengan secara luar biasa, tetapi hanya dengan patuh taat pada Tuhan dalam hal-hal kecil. Bunda Maria berkunjung ke Elizabet saudarinya dan memberi salam (Luk 1:39-40). Apa yang dilakukan Bunda Maria? Ia membantu dan melayani Elizabet yang hamil tua.

    Kita bisa melakukan sebagaimana Bunda Maria lakukan. Kita memberi Pentakosta bukan dengan cara-cara yang luar biasa tetapi khususnya dengan patuh taat kepada Tuhan dalam hal-hal kecil. Memang Roh Kudus dianugerahkan kepada orang-orang yang patuh taat kepada-Nya (Kis 5:32) dan juga diberikan kepada orang-orang lain lewat orang yang patuh taat kepada-Nya.

    Maka, patuh dan taatlah! Kunjungi teman atau saudara! Dan lakukan kasih serta pelayanan. Dengan demikian kita memberi Pentakosta kepada sesama kita.

    Doa: Bapa, izinkan aku tunduk patuh kepada-Mu, yakni, segera dan seutuhnya.

    Janji: “TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai” --- Zefanya 3:17

    Pujian: Sewaktu Bunda Maria mengunjungi Elizabet, sepupunya, Elizabet dan Yohanes, keduanya menerima Roh Kudus.

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/