• Renungan Harian - Kamis, 1 Juni 2017

    Kamis, 1 Juni 2017

    S. Yustinus, Mrt

    Kisah pr Rasul 22:30; 23:6-11

    Mazmur 16:2a,5,7-11

    Yohanes 17:20-26

    SATU ROH

     “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita.” --- Yohanes 17:21

    PADA MULANYA Tuhan menciptakan pria dan wanita hidup berbahagia di Taman Eden. Allah menghendaki mereka untuk menjadi satu (Kej 2:24). Tetapi ternyata Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, karena rayuan si iblis; dan dengan jatuhnya mereka, umat manusia mewarisi kecenderungan untuk terseret dalam perpecahan dan kedosaan. Ini peristiwa yang pertama. Dalam peristiwa yang kedua, manusia menjadi begitu jahat (Kej 6:5) sehingga Allah memusnahkan mereka dalam air bah, dan yang bertahan hidup hanyalah Nuh dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahteranya (Kej 7:23).

    Kemudian Allah memulai kembali rencana-Nya dari awal dengan keluarga Nuh (Kej 8:16), sehingga umat manusia kembali bersatu. Namun tidak lama kemudian, manusia kembali mengalami “kesatuan palsu”, karena kesombongan dan harga diri. Mereka jatuh dalam kedosaan besar, karena mereka tidak lagi memuliakan Allah (Kej 11:4) tetapi hanya memuliakan diri sendiri. Karena itu Allah menciptakan pertentangan dan perpecahan di antara manusia (Luk 12:51), melalui bahasa yang berbeda dan mencerai-beraikan mereka. Itu peristiwa yang ketiga.

    Kemudian Allah masih berkenan dengan  “berulang kali dan dalam pelbagai macam cara berbicara kepada nenek moyang dengan perantaraan para nabi” (Ibr 1:1), tetapi meski mereka mendengarkan “suaranya” mereka tetap mengeraskan hati mereka” (Ibr 3:8; 4:7). Akhirnya, setelah itu, barulah Allah mengutus Anak-Nya (Ibr 1:2), "untuk mengumpulkan menjadi satu semua anak-anak Allah yang tercerai berai” (Yoh 11:52). Yesus Yang Ilahi dengan menjadi manusia, menunjukkan jalan dan rela sengsara dan mati di kayu salib bagi umat manusia termasuk kita. Ia bangkit dari mati, dan diangkat naik ke surga untuk bersatu dengan Bapa. Dari situ Ia mengirim Roh Kudus.

    Peristiwa itu terjadi di hari Pentakosta, yang kita peringati di hari Minggu ini. Roh Kudus memulai karyanya untuk mengakhiri perpecahan manusia. Para rasul dan murid-murid, yang dipenuhi oleh Roh Kudus, mulai “berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain” (Kis 2:4). Tetapi orang-orang yang berasal dari beberapa daerah dapat memahami seruan para rasul. Orang-orang dari segala bangsa yang semula tercerai-berai, mendengar tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah, dapat mengerti Injil dalam bahasa mereka sendiri (Kis 2:11).

    Sifat manusia memang cenderung mengarah kepada berbagai hal yang negative, dan tak jarang terperangkap dalam hawa nafsu duniawi yang dapat membinasakan. Namun Tuhan telah berjanji agar kita boleh "turut mengambil bagian dalam kodrat ilahi" (2 Ptr 1:4). Ini terjadi sewaktu kita dibaptis. Tuhan  menganugerahkan Roh Kudus  agar  manusia terbuka pikirannya, dan dengan tuntunan Roh Kudus  mampu  memahami  kehendak Allah serta melakukannya. Hanya Roh Kudus yang dapat menyatukan kita, menuntun kita, dan membawa kita membangun relasi yang semakin intim dengan Allah, yang akhirnya membuat kita dekat, dan setiap saat selalu merasakan dan mengalami kehadiran Allah.  Sekaligus itupun membuat kita membuka diri ber-relasi dengan sesama kami untuk hidup rukun. "Terimalah Roh Kudus" (Yoh 20:22). Datanglah, dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera (Efesus 4:3) --- TONNY

    Doa: Allah, curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hati kami, dan bimbinglah agar  kami selalu menjaga kesatuan dan persatuan umat Kristiani.

    Janji: “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di  tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa" (Maz 16:11)

    Pujian: Santo Yustinus  Martir († 165), yang kita peringati hari ini, telah memberikan teladan kepada kita untuk mewartakan Iman Kristiani dengan setia. 

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/