• Renungan Harian - Sabtu, 3 Juni 2017

    Sabtu, 3 Juni 2017

    St. Karolus Lwanga dkk, Mrt

    Akhir Novena Pentakosta

    Kisah Para Rasul 28:16-20,30-31

    Mazmur 11:4-5,7

    Yohanes 21:20-25

    AJAKAN ISTIMEWA

    “... Tetapi engkau: ikutlah Aku.” --- Yohanes 21:22b

    KALAU KITA diajak untuk melakukan suatu aktivitas oleh seseorang yang sangat istimewa buat kita, maka kita pasti senang luar biasa! Tak jarang hati kita berbunga-bunga atas ajakan itu, karena kita merasa sangat dihargai, dicintai dan diperhatikan!

    Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berkata kepada Petrus “Ikutlah Aku” (bdk. Yoh. 21:22). Mari kita imajinasikan dengan iman, Yesus sedang mengajak kita semua : “Ikutlah Aku!”  -- Ajakan istimewa ini pasti bergema di hati kita, karena kita diajak secara langsung oleh “Sang Guru” untuk hidup dan berjalan dalam kebenaran yang sejati. Bukan hanya untuk sehari atau dua hari, tapi bayangkan ajakan istimewa dari seorang Pribadi yang Maha Istiwewa ini berlaku untuk selamanya. Dan setiap murid-Nya pasti terus berusaha untuk hidup dan bertindak sesuai dengan ajaran kasih-Nya dan untuk mewartakan dan bersaksi tentang cinta kasih-Nya.

    Hal itu telah dilakukan oleh para rasul dan orang kudus yang sangat beriman kepada Yesus Kristus; tidak ada hal yang dapat menghalangi mereka untuk bersaksi, walaupun mereka mengalami tindakan-tindakan yang menyakitkan lahir dan bathin.

    Santo Karolus Lwanga, yang kita peringati hari ini adalah seorang Martir Uganda, Afrika. Ia hidup di jaman Raja Muanga yang sangat membenci umat Kristiani. Karolus mengajar anak-anak Uganda tentang ajaran-ajaran iman Kristiani dan membaptis mereka. Iman mereka bertumbuh dan begitu kuatnya, sehingga sewaktu ada penganiayaan, mereka bersedia menjalani hukuman, dengan dibakar atas diri mereka, karena membela iman Kristiani. Dan Karolus pun dibunuh demi membela iman Kristen (sumber: www.imankatolik.or.id).

    Yesus yang mengajak kita untuk mengikuti-Nya, mengutus Roh Kudus yang memimpin dan memberi kekuatan pada kita semua untuk menjadi saksi-saksi Kristus. Menjadi saksi Kristus bisa kita lakukan di dalam kehidupan kita sehari-hari, bukan dalam hal besar-besar, tetapi dalam hal yang terkecil sekalipun. Dan ketika melakukannya, maka damai sejahtera Tuhan selalu dapat kita rasakan. Di setiap hari yang baru, mari kita semangati kembali diri kita untuk menjadi saksi-Nya ... “Saya Mau Ikut Yesus”  --- LISA

    Doa: Tuhan Yesus Kristus, bangkitkanlah selalu semangat kami untuk menjadi saksi-Mu.

    Janji: “Sebab Tuhan adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan   memandang wajah-Nya” ---  Mazmur 11:7

    Pujian: Allah, Engkau adalah Allah yang setia, sehingga Engkau mencari kami sekalipun kami menjauh dari-Mu, terpujilah Engkau ya Allah yang Maha Setia.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/