• Renungan Harian - Senin, 5 Juni 2017

    Senin, 5 Juni 2017

    St. Bonifasius, UskMrt

    Tobit 1:1-3; 2:1b-8

    Mazmur 112:1-6

    Markus 12:1-12

    PELAYAN TUHAN

     “Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintahNya.” --- Mazmur 112:1

    PELAYAN TUHAN adalah orang yang memprioritaskan waktu dan kegiatannya untuk melayani Tuhan. Untuk itu ia berusaha memiliki sifat dan sikap seperti yang dimiliki Kristus. Maka tak heran kalau umat memandang seorang pelayan Tuhan sebagai orang yang selalu hidup baik, jujur, ramah serta setia melakukan tugas sebagai ‘pelayan-Nya’.

    Sekitar 30 tahun yang lalu, sebagai seorang simpatisan Katolik, Ita mengikuti misa mingguan di sebuah gereja paroki dan kadang berdoa di situ. Sebagai seorang mahasiswa perantauan, Ita menetapkan untuk meyakini Katolik-lah yang membawa hidupnya pada kedamaian. Pengetahuan agama Katolik telah lama didapatnya selama menjalani pendidikan Sekolah Dasar Katolik. Suatu hari Minggu, selepas Misa, tergeraklah hatinya untuk menanyakan sesuatu yang berhubungan  baptis Katolik. Ita mendatangi sebuah ruangan yang penuh dengan ibu-ibu dan menyampaikan maksudnya. Namun bukan penjelasan baik yang diterimanya melainkan suara bentakan dari mereka. Ita terkejut dan pulang ke tempat kostnya dengan hati kecewa. Ita merenungkan kejadian yang dialaminya dan bertanya dalam hati apakah semua orang Katolik seperti itu bila bertemu dengan orang yang sedang membutuhkan bantuan …jutek… kurang bersahabat …

    Setahun kemudian Ita berkesempatan dibaptis setelah mengikuti kegiatan katekumin di kampusnya. Pengalaman pernah dijuteki oleh ibu-ibu di gereja sangat berkesan bagi Ita dan memberi suatu pelajaran yang berarti bahwa menjadi pelayan Tuhan adalah kesempatan setiap orang yang mau berbuat baik dan benar untuk mendekatkan sesama kita pada Tuhan. Bukan hanya pengurus gereja saja yang disebut sebagai pelayan Tuhan. Siapa pun dari kita mempunyai kewajiban untuk melayani Tuhan, antara lain dengan menolong orang lain, melayani sesama yang membutuhkan uluran tangan, dalam kasih dan sukacita.

    Bacaan pertama tentang keutamaan Tobit (Tob 2:1b-8), yang patut kita contoh. Hidup Tobit dan keluarganya dipelihara oleh Tuhan meskipun harus melewati proses yang panjang, matanya menjadi buta dan sering ditertawakan oleh tetangganya karena perbuatan baiknya kepada sesama yang mengandung resiko (Tob 2:8). Namun ketaatan hidup dalam kebenaran dan setia kepada Tuhan, dalam pelayanan, membuahkan hasil yang baik pada waktunya. --- LANA 

    Doa: Allah Bapa, mampukan kami untuk melayani sesama dengan sepenuh hati, tanpa memandang status mereka.

    Janji: Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya --- Mazmur 112:6

    Pujian: Melayani Tuhan dengan semangat belas kasih dan kelembutan akan membuka mata setiap orang sehingga mampu melihat Tuhan dalam diri kita.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/